Rabu, 01 Agustus 2018

Pengemasan Makanan


Hasil gambar untuk pengemasan makanan

Pengemasan makanan


Pengujian kemasan dengan atmosfer terkendali pada hasil pertanian
Pengemasan makanan adalah penyimpanan makanan di dalam kemasan supaya makanan terjaga. Tujuan dari pengemasan makanan yaitu:[1]
  • Perlindungan dari bahaya fisik (getaran, shock, dsb)
  • Perlindungan dari kondisi iklim mikro luar kemasan (kelembabantemperaturcahaya, dsb)
  • Kemudahan transportasi, terutama untuk makanan yang bersifat curah (cairan, butiran)
  • Menentukan porsi yang sesuai untuk penjualan dan/atau konsumsi
  • Pemberian informasi, karena kemasan dapat diberikan label yang mencantumkan berbagai informasi, termasuk barcode[2]
  • Estetika

    Jenis-jenis kemasan

    Kemasan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kemasan primer, sekunder, dan tersier. Kemasan primer mengalami kontak langsung dengan produk, bahkan ikut terproses bersama dengan produk. Sedangkan kemasan sekunder dan tersier tidak mengalami kontak langsung dengan makanan.
    Contoh kemasan primer yaitu kemasan aseptikkalengkartonbotol, dan sebagainya. Pada industri pengalengan ikan, kaleng terkadang ikut dipanaskan bersama dengan isinya sambil "memasak" dan mensterilisasi ikan. Karton menjadi kemasan primer pada produk tertentu, misal buah. Sedangkan pada produk lain, karton bisa tergolong kemasan sekunder.
    Kemasan sekunder menggabungkan produk yang terbungkus kemasan primer. Sedangkan kemasan tersier menggabungkan produk yang terbungkus kemasan sekunder.

    Tren dan kebijakan pengemasan

    Kemasan minimal

    Kemasan minimal adalah mengurangi jumlah tingkatan kemasan yang membawa produk, sehingga yang biasanya dikemas hingga sampai kemasan tersier, diturunkan menjadi hanya sekunder. Motivasi dalam melakukan hal ini adalah menurunnya biaya produksi dan sampah. Pengemasan tingkat tinggi biasanya dilakukan oleh retailer besar seperti supermarket, dan mereka cenderung menghasilkan sampah kemasan lebih banyak dibandingkan retailer kecil (misal pasar petani).[3]

    Kemasan aktif

    Kemasan aktif adalah kemasan yang memiliki kemampuan untuk mengindikasikan kondisi atau memberikan informasi tertentu dari suatu produk secara dinamis.[4] Contoh kemasan aktif yaitu:
    • Pencatat temperatur, biasanya untuk pendistribusian produk dalam kondisi dingin (cold chain) sehingga riwayat temperatur yang dialami produk sejak dari produsen hingga siap dijual dapat diketahui. Biasanya hal ini untuk mencegah apakah produk telah didistribusikan secara benar atau tidak, karena hal ini dapat menentukan kualitas dan usia simpan produk.[5]
    • Indikator kimiawi, yang dapat bekerja seperti kertas lakmus yang menempel pada produk sehingga dapat diketahui apakah telah terjadi perubahan dari kualitas produk.
    • Kemasan biodegradable yang kondisinya dapat berubah mengikuti kualitas produk di dalamnya. Sehingga perubahan kualitas pada kemasan dapat menjadi indikasi bahwa produk telah berada dalam kemasan dalam waktu lama. Kemasan semacam ini dapat dibuat dari bahan yag dapat dimakan seperti gelatin dan pati, dan telah digunakan dalam industri farmasi sebagai kapsul.[6]
    • RFID dapat dipasang pada kemasan sehingga dapat menyimpan informasi yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu.




            Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pengemasan_makanan

           

    Penyajian Makanan


    Hasil gambar untuk penyajian makanan


    Penyajian makanan merupakan salah satu prinsip dari hygiene dan sanitasi makanan. Penyajian makanan yang tidak baik dan etis, bukan saja dapat mengurangi selera makan seseorang tetapi dapat juga menjadi penyebab kontaminasi terhadap bakteri. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyajian makanan sesuai dengan prinsip hygiene dan sanitasi makanan adalah sebagai berikut:penyajian-makanan
    1. Prinsip wadah artinya setiap jenis makanan ditempatkan dalam wadah terpisah dan diusahakan tertutup. Tujuannya adalah
    a. Makanan tidak terkontaminasi silang
    b. Bila satu tercemar yang lain dapat diamankan
    c. Memperpanjang masa saji makanan sesuai dengan tingkat kerawanan makanan.
    2. Prinsip kadar air atinya penempatan makanan yang mengandung kadar air tinggi (kuah, susu) baru dicampur pada saat menjelang dihidangkan untuk mencegah makanan cepat rusak. Makanan yang disiapkan dalam kadar air tinggi (dalam kuah) lebih mudah menjadi rusak (basi)
    3. Prinsip edible part artinya setiap bahan yang disajikan dalam penyajian adalah merupakan bahan makanan yang dapat dimakan. Hindari pemakaian bahan yang membahayakan kesehatan seperti steples besi, tusuk gigi atau bunga plastk.
    4. Prinsip Pemisahan artinya makanan yang tidak ditempatkan dalam wadah seperti makanan dalam kotak (dus) atau rantang harus dipisahkan setiap jenis makanan agar tidak saling bercampur. Tujuannya agar tidak terjadi kontaminasi silang.
    5. Prinsip Panas yaitu setiap penyajian yang disajikan panas, diusahakan tetap dalam keadaan panas seperti soup, gulai, dsb. Untuk mengatur suhu perlu diperhatikan suhu makanan sebelum ditempatkan dalam food warmer harus masih berada diatas 600 C. Alat terbaik untuk mempertahankan suhu penyajian adalah dengan bean merry (bak penyaji panas)
    6. Prinsip alat bersih artinya setiap peralatan yang digunakan sepeti wadah dan tutupnya, dus, pring, gelas, mangkuk harus bersih dan dalam kondisi baik. Bersih artinya sudah dicuci dengan cara yang hygienis. Baik artinya utuh, tidak rusak atau cacat dan bekas pakai. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit dan memberikan penampilan yang estetis.
    7. Prinsip handling artinya setiap penanganan makanan maupun alat makan tidak kontak langsung dengan anggota tubuh terutama tangan dan bibir. Tujuannya adalah:
    a. Mencegah pencemaran dari tubuh
    b. Memberi penampilan yang sopan, baik dan rapi




    Sumber: https://putraprabu.wordpress.com/2009/01/09/penyajian-makanan-prinsip-food-hygiene/

    Pengertian Serealia

          

    Hasil gambar untuk serealia

           Serealia dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian (bahasa Inggriscereal) adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat/pati.
           Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padi-padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai serealia utama adalah padijagunggandumgandum durumjelaihaver, dan gandum hitam. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bukan padi-padian juga sering disebut serealia semu (pseudocereals); mencakup buckwheatbayam biji (seed amaranth), dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman seperti saguketela pohon, atau kentang tidak digolongkan sebagai serealia karena bukan dipanen bulir/bijinya.
           Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan ternak. Di sebagian negaraberkembang, serealia seringkali merupakan satu-satunya sumber karbohidrat.
           Istilah "serealia" diambil dari nama dewi pertanian bangsa RomawiCeres

    Produksi

    Tabel berikut menunjukan produksi tahunan serealia utama, pada tahun 1961[1] dan 2005, berdasarkan produksi tahun 2005.[2] Semua, selain buckwheat dan kinoa, adalah serealia sejati.
    Biji-bijian2005 (Metrik Ton)1961 (Metrik Ton)
    Jagung711.762.871205.004.683Makanan pokok penduduk Amerika UtaraAmerika Selatan, dan Afrika, serta pakan ternak utama di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia menjadi sumber karbohidrat utama warga sebagian Pulau Madura dan Nusa Tenggara Timur.
    Gandum630.556.602222.357.231Serealia utama di daerah beriklim sedang.
    Padi[3]621.588.528284.654.697Makanan pokok penduduk daerah tropika.
    Jelai139.220.43172.411.104Umum digunakan untuk pembuatan birmalt, dan pakan ternak. Biasanya ditanam di daerah yang terlalu kering atau dingin untuk gandum.
    Sorgum59.722.08840.931.625Makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara; dan populer sebagai pakan ternak di berbagai tempat di dunia.
    Milet30.302.45025.703.968Gabungan dari berbagai serealia berbiji kecil. Makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika; juga sebagai sumber pakan burung peliharaan.
    Haver24.032.52149.588.769Dahulu adalah makanan pokok orang-orang Skotlandia dan populer sebagai makanan ternak. Pernah populer sebagai makanan pengganti beras pada masa setelah perang.
    Gandum hitam15.202.14235.109.990Cocok untuk ditanam di tempat beriklim dingin.
    Triticale12.962.7770Hibrida gandum dan gandum hitam, bentuknya cenderung mirip dengan gandum hitam.
    Buckwheat2.127.8232.478.596Dimakan di Eropa dan Asia. Kegunaan utamanya, sebagai bahan bermacam-macam kue dadar dan groats (gandum yang digiling kasar).
    Fonio284.578178.483Makanan pokok di beberapa tempat di Afrika, terutama Afrika Barat.
    Kinoa58.44332.435Serealia semu yang langka, tumbuh di Andes.
    Jagung, gandum, dan padi secara bersama-sama memenuhi 87% seluruh produksi biji-bijian dunia dan 43% dari kebutuhan kalori pada tahun 2003.[2]
    Beberapa serealia lain hanya penting di tempat-tempat tertentu, tetapi tidak dikenal di tempat lain (seningga tidak dimasukkan dalam statistik FAO):
    Beberapa macam gandum juga telah didomestikasi, bahkan lebih awal daripada gandum biasa, seperti

    Pembudidayaan

    Ladang gandum di DorsetInggris.
    Meskipun setiap spesies memiliki keistimewaan, pembudidayaan semua serealia adalah sama. Semua adalah tanaman semusim; yang berarti satu kali tanam, satu kali panen. Gandum (wheat), rye (gandum hitam, umumnya untuk makanan ternak), triticale, havermut, dan jelai (yang digunakan untuk pembuatan bir), serta spelt (gandum yang cocok untuk dijadikan tepung berkualitas tinggi) adalah serealia musim dingin. Tanaman-tanaman serealia tersebut tumbuh baik di daerah beriklim sedang dan tidak sanggup tumbuh di cuaca panas (kurang lebih 30 °C meskipun daya adaptasinya bervariasi tergantung spesies dan varietasnya. Serealia musim tidak memerlukan perlakuan musim dingin (vernalisasi).
    Jelai dan gandum hitam adalah tahan kondisi ekstrem dan mampu tumbuh di daerah musim dingin yang panjang seperti di wilayah subarktik dan Siberia. Gandum merupakan serealia yang paling populer di daerah iklim sedang dan padi merupakan serealia yang paling populer di daerah tropika. Kebanyakan serealia musim dingin tidak tumbuh di daerah tropis. Beberapa dapat tumbuh di dataran tinggi yang lebih dingin, yang memungkinkan untuk melakukan beberapa kali penanaman dalam setahun.

    Lembaga-lembaga penelitian

    Karena nilai kepentingannya bagi kehidupan manusia, banyak didirikan lembaga penelitian yang mendalami semua aspek serealia.








           Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Serealia











    Pengolahan Umbi





    Hasil gambar untuk gambar hasil pengolahan umbi



    Tanaman ubi-ubian merupakan tanaman yang menghasilkan karbohidrat atau pati dalam bentuk umbi batang dan umbi akar. Tanaman yang menghasilkan umbi batang antara lain adalah ubi jalar, ganyong, garut, tales, uwi, gadung dan kentang. Sedangkan yang menghasilkan umbi akar adalah ubi kayu atau ketela pohon. 

    Ubi-ubian merupakan sumber karbohidrat dan mempunyai peluang sebagai bahan pangan alternatif yang perlu dikembangkan. Jenis ubi kayu dan ubi jalar telah ditanam di Indonesia dalam skala luas, Usaha pengrajin makanan mengembangkan produk ubi-ubian masih rendah. Hal ini disebabkan  keterbatasan tersedianya teknologi dan peluang pasar dari produk ubi-ubian. Berikut ini  disajikan beberapa produk olahan ubi jalar dan ubi kayu beserta cara pengolahannya.

    A.  UBI JALAR
    Ubi jalar, Ipomoea batatas (L Lam) merupakan salah satu komoditas umbi-umbian yang merupakan sumber karbohidrat keempat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Ubi jalar mempunyai komposisi kimia yang kaya karbohidrat, mineral dan vitamin. Setiap100 gram ubi jalar segar memiliki kandungan air 50 – 81 gram, pati 8 – 29 gram, protein 1 – 2 gram, lemak 0,1 – 0,2 , kalsium 55 mgr, zat besi 0,7 mgr, fosfor  51 mgr dan vitamin A 0,01 – 0,69 mgr. Kandungan vitamin A dalam ubi jalar termasuk tinggi karena jumlahnya sekitar dua setengah kali kebutuhan minimum per hari orang dewasa. Dengan demikian pemanfaatan ubi jalar sebagai pangan sumber karbohidrat masih sejalan dengan usaha-usaha peningkatan gizi masyarakat
    Di Kalimantan Timur sampai saat ini ubi jalar masih dikonsumsi dalam bentuk segar. Dalam kerangka diversifikasi pangan, kegiatan pengolahan ubi jalar perlu dilakukan dalam upaya peningkatan nilai gizi dan pendapatan masyarakat di pedesaan. Hasil-hasil pengolahan ubi jalar adalah sebagai berikut :
    1. Selai
    Bahan-bahan yang diperlukan :
    • Ubi  jalar    1 kg
    • Gula pasir   1 kg
    • Asam sitrat   2 gram
    • Garam secukupnya
    Cara pembuatan :
    • Ubijalar direbus/dikukus, kupas kulitnya dan dihaluskan lalu  ditambahkan air, dengan perbandingan 1 : 1
    • Masak dan tambahkan gula pasir dengan perbandingan gula pasir dan ubi jalar 1 : 1
    • Aduk sampai mengental
    • Sebelum diangkat tambahkan asam sitrat sebanyak 1 %
    • Apabila menginginkan lebih awet tambahkan natrium bensoat sebanyak 0,1 %
    • Angkat, dinginkan, dan masukkan dalam kemasan. Kemasan yang digunakan adalah botol kaca. Sebelumnya botol disterilkan terlebih dahulu dengan cara dikukus atau direbus selama 30 menit.
    • Setelah selai dimasukkan ke dalam botol kemudian ditutup tidak rapat dan botol direbus selama 30 menit kemudian tutup dirapatkan.
    2. Dodol
    Bahan-bahan yang diperlukan :
    • Ubi  jalar  1 kg
    • Gula pasir 0,75 kg
    • Kelapa    1 butir
    • Tepung ketan 200 gram
    • Garam secukupnya
    Cara pembuatan :
    • Kelapa 1 butir dibuat santan, pisahkan antara santan kental dan encer
    • Ubijalar direbus/dikukus, kupas kulitnya dan dihaluskan dengan menambahkan santan encer
    • Masak, tambahkan gula pasir, tepung beras ketan yang sebelumnya sudah diencerkan dengan air  dan  santan kental, terakhir beri daun pandan
    • Aduk sampai agak kering
    • Angkat, masukkan dalam cetakan dan dinginkan
    • Potong-potong dan dikemas dengan menggunakan plastik atau kertas minyak
    3. Permen ubi jalar
    Bahan-bahan yang diperlukan :
    • Ubi jalar 1 kg,
    • Gula pasir  2 kg,
    • Asam sitrat 2 gram
    • Air  1,5 ltr
    Cara pembuatannya
    • Ubi jalar dikupas, cuci dan kukus/rebus sampai masak
    • Kemudian diblender dan ditambah air sebanyak 1,5 l untuk 1 kg ubi jalar
    • Bubur ubi jalar ditambah gula pasir sebanyak 2 kali berat ubi jalar kemudian dimasak sampai agak kering.
    • Sebelum diangkat ditambah citrun zur sebanyak 20 gram untuk 1 kg ubi jalar, essense dan pewarna (menurut selera)
    • Cetak dan bungkus dengan plastik

    4.    Kremes
    Bahan-bahan yang diperlukan :
    • Ubi jalar 1 kg,
    • Gula pasir 150 gram
    • Gula merah 150 gram
    • Air   300 ml
    • Minyak goreng
    Cara pembuatannya
    • Ubi jalar dikupas, cuci dan diserut
    • Gula merah,  gula pasir dan air dimasak hingga cair
    • Ubi jalar digoreng hingga hampir matang, kemudian air gula dituangkan ke dalam gorengan ubi jalar
    • Goreng hingga matang
    • Angkat ubi dan langsung dicetak dalam keadaan panas

    5.   Tepung ubi jalar 
    Bahan :
    • Ubi jalar berwarna putih
    Cara pembuatannya :
    • Ubi jalar dikupas dan dicuci
    • Setelah bersih ubi jalar disawut atau diiris tipis-tipis dan agak diperas untuk mengurangi kandungan airnya
    • Kemudian dijemur hingga kering
    • Setelah kering digiling dan diayak
    • Kemudian dikemas dengan menggunakan plastik yang kedap udara

    6.  Korbitol (Korket Ubi Jalar)
    Bahan :
    • Ubi jalar 1 kg
    • Kuning telur 1 butir
    • Ayam ¼ kg
    • Mentega ½ ons
    • Wortel
    • Garam secukupnya
    • Lada secukupnya
    • Bawang bombay  secukupnya
    • Gula secukupnya
    • Tepung kanji secukupnya
    • Minyak goreng
    Cara Pembuatan Kroket :
    • Ubi jalar dikupas, dikukus dan dihaluskan.
    • Campur ubi jalar halus dengan tepung kanji garam dan air secukupnya
    • Kemudian dibentuk dan dalamnya diisi dengan satu sendok teh isi ayam
    • Goreng dengan minyak panas sampai kecoklatan

    Cara Pembuatan Isi :
    • lelehkan mentega, tumis bawang bombay yang sudah dipotong-potong sampai layu, masukkan daging ayam cincang dan wortel.
    • Bumbui dengan garam, lada dan gula secukupnya, bisa ditambah penyedap masakan.

    7.  Kue Marmer
    Bahan :
    • Tepung ubi jalar 125 gram
    • Tepung terigu 125 gram
    • Margarine   250 gram
    • Gula halus     250 gram
    • Baking powder 2 gram
    • Ovalet    8 gram
    • Putih telur  6 butir
    • Kuning telur 8 butir
    • Coklat bubuk   1 sendok
    Cara Pembuatan :
    • Kocok margarine dan gula halus pada kecepatan tinggi hingga putih.
    • Masukkan telur satu-persatu, kocok terus hingga merata.
    • Masukkan campuran tepung ubi jalar, tepung terigu dan baking powder, ovalete kocok pada kecepatan rendah.
    • Seperempat adonan diberi coklat bubuk kemudian dicampurkan hingga merata.
    • Adonan bagian putih dicetak dalam loyang yang telah diolesi margarine dan ditaburi tepung, kemudian adonan coklat diatasnya.
    • Oven pada suhu 160oC, selama 50 menit.

    B.      UBI KAYU
    Ketela pohon atau ubi kayu, sampai saat ini masih digunakan sebagai makanan pokok penduduk Indonesia. Ubi kayu dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan melalui agroindustri. Pengembangan agroindustri ubi kayu diharapkan akan memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan petani.
    Ubi kayu dapat diolah menjadi  berbagai produk makanan maupun produk olahan bahan kimia. Produk olahan   ubi kayu jadi ada tiga macam, yaitu : (1). makanan tradisional seperti tiwul, gogik, gatot, growol, dan tape; (2). makanan popok seperti liwet singkong dan nasi singkong; (3). makanan jajanan seperti kue kacamata, lemet, getuk,  kripik, kerupuk dan lain sebagainya. Sedangkan produk olahan ubi kayu setengah jadi yaitu tapioka, gaplek dan tepung kasava.

    1.      Kripik  pedas
    Bahan yang digunakan 
    • Singkong
    • Minyak goreng
    • Gula pasir
    • Lombok merah
    • Bawang putih
    • Garam
    Cara pembuatan
    • Singkong dikupas, diiris tipis-tipis kemudian dicuci
    • Digoreng hingga matang
    • Cabe dan bawang putih dihaluskan kemudian ditumis dengan minyak goreng
    • Masukkan garam dan gula pasir, aduk hingga agak kering
    • Masuk ubi kayu yang sudah digoreng, aduk hingga rata
    • Angkat  dan setelah dingin dikemas

    2.      Kerupuk
    Bahan yang digunakan
    • Ubi kayu
    • Bawang putih
    • Ketumbar
    • Garam
    Cara pembuatan
    • Ubi kayu dikupas, dicuci dan dipotong-potong
    • Kemudian dikukus hingga masak
    • Haluskan garam, ketumbar dan bawang putih
    • Haluskan ubi kayu masak sampai liat dan masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sambil dihilangkan seratnya.
    • Cetak sampai tipis dengan ukuran menurut selera
    • Jemur hingga kering, selama penjemuran dilakukan pembalikan

    3.      Tepung kasava
    Cara pembuatan 
    • Ubi kayu dikupas dan dicuci
    • Kemudian disawut dan diperas sebagian airnya
    • Ubi kayu dijemur hingga kering
    • Kemudian digiling dan dikemas

    4.      Tepung tapioka
    Cara pembuatan
    • Ubi kayu dikupas dan dicuci kemudian diparut
    • Peras airnya hingga hingga tuntas
    • Ampasnya ditambah air
    • Peras lagi hingga tuntas
    • Airnya diendapkan selama selama
    • Pagi harinya air dibuang dan endapannya dijemur hingga kering
    5.  Bolu Kukus Tepung Singkong
    Bahan :
    • Daun pandan  2 lembar
    • Daun suji  6 lembar
    • Santan kental  110 ml
    • Telur ayam 4 butir
    • Gula pasir   150 gram
    • Air kelapa   60 ml
    • Tepung singkong 100 gram
    • Tepung terigu 100 gram
    • Garam  ¼ sendok
    • Vanilli

    Cara Pembuatan :
    • Haluskan daun suji (bisa diganti pewarna) dan daun pandan (ditumbuk atau diparut). Campurkan dengan santan dan peras, lalu  sisihkan.
    • Kocok telur ayam dengan gula pasir hingga kental dan memutih.
    • Tambahkan santan dan air kelapa sedikit demi sedikit sambil terus dikocok.
    • Campurkan tepung singkong dan tepung terigu lalu  tambahkan sedikit   garam dan vanilli hingga rata.
    • Ambil cetakan bolu kukus, lapisi dengan kertas minyak. Tuangkan campuran tepung dan sisakan sepertiga didalam wadah tempat mencampur.
    • Campurkan sisa jeladren dengan perahan daun suji hingga rata. Tuangkan diatas jeladren berwarna putih dan aduk-aduk perlahan.
    • Dikukus selama 20 menit atau hingga matang.  Bungkus tutup kukusan dengan serbet.
    • Kue lepas dari cetakan, siap disajikan.

    6.  Bolu Mutiara
    Bahan :
    • 1 ons sagu mutiara
    • ½ gelas gula pasir
    • 1 kg singkong
    • 1/3 butir kelapa
    • vanilla dan garam secukupnya
    Cara pembuatan :
    • Singkong dikupas, dicuci lalu diparut.
    • Kelapa diparut, dicampur singkong dan garam halus.
    • Sagu mutiara dimasukkan dalam air mendidih, jangan terlalu masak kemudian ditiriskan.
    • Semua bahan dicampur sampai rata.
    • Adonan dimasukkan dalam loyang lalu dikukus.
    • Bolu mutiara diangkat, siap disajikan.