Minggu, 06 Januari 2019

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak Adonan Tepung


Hal paling penting dalam membuat clay ini adalah bagaimana clay yang kamu buat menjadi kalis. Begitu juga kalau mau membuat clay dari bahatepung terigu ini. Takarannya harus pas supaya adonannya menjadi kalis dan bisa mudah dibentuk. Cara membuat clay tepung terigu ini juga paling mudah karena bahan digunakan juga tidak terlalu banyak.
Hasil gambar untuk clay
Bahan:
  • 80gr Tepung Terigu
  • 80gr Tepung Tapioka / Tepung Kanji
  • 80gr Tepung Beras
  • 200gr Lem Putih / Lem Kayu
Langkah-langkah Membuat Clay Tepung Terigu:
  1. Campurkan tepung dengan lem putih, lalu uleni hingga tercampur rata.
  2. Setelah terbentuk adonan, bagi beberapa bagian.
  3. Warnai setiap bagian dengan warna berbeda dengan cara memasukkan tusuk gigi ke dalam cat poster lalu oleskan pada adonan.
  4. Pulung-pulung adonan hingga cat tercampur rata.
  5. Setelah diwarnai, adonan clay siap digunakan.

Sumber : https://www.tokopedia.com/blog/cara-membuat-clay-praktis-dan-mudah/

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak Kulit





Secara garis besar tas kulit memiliki daya tahan yang lebih bagus dibandingkan dengan tas dengan bahan yang lain. Namun bukan berarti tas kulit lebih unggul dalam hal tampilan.
Karena seiring berjalannya waktu tas kulit  lama-kelamaan akan memudar. Bahkan jika tidak dirawat dengan baik dan benar.
Dengan latar belakang diatas kita ingin tas kulit yang dibuat dapat mempertahankan kualitas dari segi warna dan ketahanan dan bahkan sekaligus tampak baru.
Dalam hal ini kami sarankan kepada Anda untuk menggunakan biopolish leather care. Ini merupakan produk yang sangat efektif membuat kulit tas Anda tampak menawan.
Karena produk ini mengandung linsed oil dan bersifat anti UV dan pane il yang berfungsi sebagai anti septik alami. Dengan begitu, pudarnya warna tas akibat proses oksidasi dan serangan dari berbagai organisme bisa direduksi dengan bahan ini.
Dari segi kesehatan biopolish leather care merupakan pilihan yang terbaik dalam segi perawatan. Karena bahan ini terbuat dari bahan alami yang food grade yang artinya aman bila bersentuhan dengan makanan.
Hasil gambar untuk tas kulit
Langkah membuat tas kulit tampil menawan yakni
1. Pastikan terlebih dahulu kulit tas bersih dan kering.
2. Lalu usapkan kulit menggunakan biopolish dengan kuas atau kain yang mudah meresap. Tunggu selama lebih kurang 10 menit agar biopolish yang telah dipoleh meresap ke kulit dengan sempurna.
3. Kemudian gosok dengan kain sampai bersih hingga seluruh permukaan kulit tampil kilat.
4. Lakukan langkah diatas dengan rutin minimal seminggu 3 kali.


Sumber: https://berkahkhair.com/cara-membuat-tas-kulit/

JENIS & KARAKTERISTIK BAHAN LUNAK BUATAN


Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang
diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak,
lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari
bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.

Beberapa contoh bahan lunak buatan antara lain:

a. Polymer Clay dan Plastisin
-- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki
aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
-- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung
minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
-- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan
plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
-- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan
mengeras.
-- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
-- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
-- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat
fiberglass dapat cepat mengeras.
-- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun
saat bahan mengering.
-- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca
atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
-- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan
mencair.
-- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan
dengan cara cetak/cor.
-- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
-- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi
tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
-- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan
dicetak kembali.

d. Gips
-- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi
adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika
didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara
dicor atau dicetak.
-- Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
-- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya
dengan bahan ini.

e. Sabun
-- Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat
padat.
-- Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti
flour clay.
-- Sabun yang didiamkan akan mengeras.
-- Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna
sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun
dibuat adonan.




Sumber: http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

JENIS & KARAKTERISTIK BAHAN LUNAK ALAM

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk
kerajinan terbagi menjadi dua jenis salah satunya, yaitu
  •  Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang
diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami
tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. 
Keragaman bahan lunak alam tentunya memiliki karakteristik yang
berbeda satu sama lainnya.

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan
hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.
a. Tanah Liat
-- Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya
merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang
berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta
cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan
dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung
kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih
kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat
cokelat kemerahan.
-- Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
-- Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
-- Campuran tanah liat adalah air.
-- Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran
tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC)
lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
-- Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga
mudah dibentuk.
-- Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem,
sesuai dengan hewan yang dikuliti.
-- Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
-- Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
-- Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna
putih.
-- Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga
warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
-- Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar
lunak dan elastis.
-- Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan
mengeras.

d. Flour Clay
-- Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga
kalis dan mudah dibentuk.
-- Flour clay juga dicampur dengan air.
-- Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air
akan mudah rusak.
-- Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.





Sumber: http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

PRINSIP KERAJINAN BAHAN LUNAK

Pada praktiknya, kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah kerja dengan beberapa prinsip dasar sebagai berikut.
  • Keterampilan Tangan.
  • Keterampilan Teknik, dan 
  • Keterampilan  Tradisional/Kedaerahan.

1. Keterampilan Tangan.

Membuat kerajinan dengan menggunakan keterampilan tangan yang meski produksinya berada dalam jumlah yang banyak, namun kerajinan yang dibuat tetap menggunakan keterampilan tangan. Semantara itu, industri industri pembuatan kerajinan bertumpu pada teknologi mesin. Inilah perbedaan antara produk kerajinan dan produk industri.

2. Kerajinan Teknik.

Pembuatan produk kerajinan dilakukan berulang-ulang serta didasari oleh keterampilan teknik/keprigelan, sehingga produk yang dihasilkan tentu memiliki ciri khas tangan yang nampak dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan keterampilan teknik yang dimiliki oleh tangan orang-orang yang ahli.

3. Kedaerahan/Tradisional

Kerajinan adalah benda-benda yang dibuat dan memiliki nilai guna yang praktis, memiliki sifat yang universal dan dibuat dengan keterampilan teknik menggunakan tangan, namun masih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat sesuai dengan kultur wilayah kerajinan tersebut dibuat.Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak yaitu, lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.
Prinsip Kerajinan Bahan Lunak
Prinsip Kerajinan Bahan Lunak 
Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan memiliki kecenderungan yaitu dibuat oleh manusia secara khusus dan sangat mempertimbangkan aspek perpaduan atau pemaduannya. Pemaduan yang dimaksud disini adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda tetapi serasi atau padu dengan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan suatu kerajinan. Pemaduan juga dapat dilakukan dengan bahan yang sama atau jenis yang sama namun dalam proses pembuatannya dibuat dengan ciri khas atau karakteristik yang berbeda.

Secara umum, jenis karya atau kerajinan ini dapat dipilah menurut manfaatnya, yaitu :

  • Kelangkapan busana.
  • Kelengkapan suatu benda.
  • Kelengkapan rumah/bangunan, dan
  • Kelengkapan keperluan ritual/upacara adat.

1. Kelengkapan Busana.

Produk kerajinan yang terbuat dari bahan lunak dibuat dengan mempertimbangkan produk tersebut agar dapat mempercantik diri dalam penggunaannya seperti dalam penggunaan busana. Contohnya yaitu produk-produk aksesoris diri seperti kalung, gelang, cincin, dan bros.

2. Kelengkapan Suatu Benda.

Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan suatu benda seperti contohnya, kotak tisu yang dilengkapi dengan hiasan keramik pada bagian muka. Jika kotak tisu sudah tidak terpakai, keramik tersebut dapat dilepas dan dipasangkan kembali pada tisu yang lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan.

Produk-produk kerajinan dapat digunakan sebagai pelengkap rumah/bangunan tertentu dengan tujuan mempercantik seperti air mancur berbentuk hewan yang disimpan pada taman taman rumah/bangunan.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat.

Banyaknya budaya dengan segala bentuk ritual atau upacara adat nusantaranya, tentu berfariasi pula kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap dalam prosesi atau ritual upacaranya, seperti penggunaan lilin yang banyak digunakan dalam ritual adat seantero nusantara.

Dengan dasar prinsip kebergunaan atau kebermanfaatan kerajinan bahan lunak diatas, maka kerajinan bahan lunak dapat dikategorikan sebagai produk yang ?

  • Menambah keindahan, dengan keberadaan kerajina bahan lunak maka dapat memperindah penampilan.
  • Memberi penekanan atau ciri khas pada suatu benda yang didampingi dengan kerajinan bahan lunak.
  • Kerajinan bahan lunak menjadi prasyarat pemakaian yang jika tidak digunakan maka tidka akan ada apa-apanya.
  • Produk kerajinan bahan lunak merupakan pertanda atau simbol suatu kepentingan.
  • Kerajinan bahan lunak dibuat khusus sesuai dengan benda aslinya (duplikasi) secara khusus untuk alasan dan kebutuhan tertentu.
  • Kerajinan bahan lunak merupakan sebagai bagian dari karya seni yang mencerminkan ekspresi keberagaman budaya Nusantara, maka kerajinan bahan lunak merupakan bagian dari karya seni.










Sumber: http://www.pembelajaranmu.com/2018/07/prinsip-kerajinan-bahan-lunak.html

























Rabu, 02 Januari 2019

TUGAS 1 KERAJINAN







  1. Pengertian kerajinan
         Kerajinan adalah semua benda ataupun alat yang dibuat oleh manusia yang diminati banyak orang dan memiliki nilai jual.
   
     2. Pengertian bahan anorganik
        
         Bahan anorganik adalah semua bahan yang ada di sekitar kita yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri pengurai

      3. Bahan anorganik antara lain:
  • plastik
  • sedotan 
  • kaleng
  • baterai
  • kaca
  • sterofoam
  • kabel
  • CD
  • karet
  • kain
  • botol
  • aluminium
  • baja ringan
  • plastisin, dll
      4. Contoh kerajinan dari bahan anorganik
  • Tas dari bekas kemasan makanan ringan
  • Tempat sampah dari plastik makanan ringan
  • Bunga hias dari sedotan plastik
  • Celengan dari kaleng bekas
  • Miniatur rumah dari sterofoam









Rabu, 14 November 2018

HOTANG BAKSO SOSIS

Hotang Bakso Sosis



Anggota
  1. Afin Hafizhah
  2. Cindy Anggita P
  3. Faisal Shofwan H
  4. Intan Amalia N
  5. Oktavio Jalu K
  6. Novita Ananda N
  7. Allaudya Zahwa R.S
Bahan-Bahan :
Kentang 
Sosis 
Selada
Garam
Bawang merah & putih 
Gula
Air
Bumbu tabur
Saos sambal dan tomat
Mayonaise
Minyak goreng
Tomat
Bakso
Alat :
Tusuk sate
Wajan
Sotil
Erok
Baskom
Piring

Cara Membuat :
1. Kupas kentang lalu bersihkan menggunakan air sampai bersih
2. Potong kentang menjadi tipis-tipis
3. Tusuk kentang, sosis, bakso ketusuk sate 
4. Goreng kedalam wajan yang berisi minyak goreng, goreng sampai benar0benar tercelup minyak goreng
5. Tiriskan hingga tidak ada minyak goreng yang terserap lalu taburkan dengan bumbu tabur yang beraneka rasa 
6. Sajikan di piring lalu siap dinikmati